Konsentrasi kembali ke kampus islam, Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Islam. Dengan Konsep Islam yang bersumber pada Al-Qur'an dan Al Hadits Sebagai Dasar Hukum Yang Terjaga Kemurniannya

Rabu, 14 Maret 2012

PENGANTAR FILSAFAT

1. DUA Aliran FILSAFAT Dalam Mencari KEBENARAN dan berikan contohnya 
Filsafat adalah hasil akal seorang manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam - dalamnya. Filsafat adalah ilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu.

Secara Garis Besar, Terdapat Dua Aliran Utama Dalam Filsafat, Yaitu :
Filsafat Aliran Realisme dan dilsafat Aliran Idealism.
Aliran Realisme merupakana aliran yang berpandang bahwa pengetahuan manusia yang benar adalah apa sesungguhnya yang baik dalam arti reality atau kenampakan.
Aliran Idealisme menyatakan bahwa pengetahuan manusia tidak lain apa yang tergambar di dalam jiwanya, sedangkan yang nyata terlihat bukan sebenarnya, melainkan gambaran luarnya semata. (Subagio, 1992 : 47)

Filusuf Pertama
Filusuf pertama disebut juga sebagai Filusuf Alam. Mereka adalah para ahli pikir yang menjadikan alam yang luas dan penuh keselarasan ini menjadi sasaran pemikiran mereka. Karena ketakjuban mereka oleh alam yang penuh keanekaragaman dan gerak ini, mereka menanyakan tentang soal apa yang dibelakang semua ini.

Filsafat juga mempunyai arti sebagai berikut :
•    Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang diterima secara tidak kritis.
•    Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi.
•    Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran yang keseluruhan.
•    Filsafat adalah sebagai analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep.
•    Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat.

Kemudian tahap perkembangan berikutnya muncul corak pemikiran atau aliran filsafat baru lainnya, yakni sebagai berikut :
-    Positivisme         : yaitu mengagungkan aspek kenyataan yang kongkret (Indra)
-    Paragmatisme         : yaitu mengagungkan aspek kefaedahan
-    Materialise         : yaitu mengagungkan aspek kebendaan
-    Naturalise         : yaitu mengagungkan aspek alami
-    Empirisme         : yaitu mengagungkan aspek pengalaman dunia luar (indrawi)
-    Rasionalisme         : yaitu mengagungkan aspek akal budi dan rasional
-    Eksistensialisme     : yaitu mengagungkan keberadaan manusia yang kongkret

Perbandingan Filsafat Timur Dan Filsafat Barat
•    Barat lebih menekankan pada dunia empiris sehingga kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pesat, sedangkan Timur menekankan segi dalam dari jiwa dan realitas di belakang dunia empiris.
•    Barat lebih menekankan pada pemuasan duniawi yang menimbulkan kompetisi. Sedangkan Timur lebih menekankan kesederhanaan dan harmonisasi.
•    Barat memberi tekanan pada realitas dan nilai waktu. Timur yang baik itu diperoleh melalui pencarian zat yang satu, dalam diri dan diluar diri dan dengan mencapai nirwana.
•    Barat cenderung mengeksploitasi alam, sedangkan Timur lebih menekankan keharmonisan dengan alam.
•    Barat lebih menekankan pada Know What dan Know Why. Sedangkan Timur lebih pada Know How

4 Substansi Filsafat Ilmu
•    Fakta atau kenyataan, kebenaran (truth), konfirmasi dan logika inferensi
1.    Fakta atau kenyataan
Menurut :
o    Positivistik berpandangan bahwa sesuatu yang nyata bila ada korespondensi antara yang sensual satu dengan sensual lainnya.
o    Fenomenologik memiliki dua arah perkembangan mengenai pengertian kenyataan ini. Pertama, menjurus ke arah teori korespondensi yaitu adanya korespondensi antara ide dengan fenomena. Kedua, menjurus ke arah koherensi moralitas, kesesuaian antara fenomena dengan sistem nilai.
o    Rasionalistik menganggap suatu sebagai nyata, bila ada koherensi antara empirik dengan skema rasional, dan
o    Realisme-metafisik berpendapat bahwa sesuatu yang nyata bila ada koherensi antara empiri dengan obyektif.
o    Pragmatisme memiliki pandangan bahwa yang ada itu yang berfungsi

2.    Kebenaran (truth) Filsafat
Kebenaran adalah satu nilai utama di dalam kehidupan human.Sebagai nilai-nilai yang menjadi fungsi rohani manusia.Artinya sifat manusiawi atau martabat kemanusiaan (human dignity) selalu berusaha “memeluk” suatu kebenaran.
o    Berdasarkan scope potensi subjek, maka susunan tingkatan kebenaran itu menjadi :
    Tingkatan kebenaran indera adalah tingakatan yang paling sederhanan dan pertama yang dialami manusia
    Tingkatan ilmiah, pengalaman - pengalaman yang didasarkan disamping melalui indara, diolah pula dengan rasio
    Tingkat filosofis, rasio dan pikir murni, renungan yang mendalam mengolah kebenaran itu semakin tinggi nilainya
    Tingkatan religius, kebenaran mutlak yang bersumber dari Tuhan yang Maha Esa dan dihayati oleh kepribadian dengan integritas dengan iman dan kepercayaan

Keempat tingkat kebenarna ini berbeda-beda wujud, sifat dan kualitasnya bahkan juga proses dan cara terjadinya, disamping potensi subyek yang menyadarinya. Potensi subyek yang dimaksud disini ialah aspek kepribadian yang menangkap kebenarna itu. Misalnya pada tingkat kebenaran indera, potensi subyek yang menangkapnya ialah panca indra.
Kebenaran itu ialah fungsi kejiwaan, fungsi rohaniah. Manusia selalu mencari kebanran itu, membina dan menyempurnakannya sejalan dengan kematangan kepribadiannya.

o    Ukuran Kebenarannya :
    Berfikir merupakan suatu aktifitas manusia untuk menemukan kebenaran
    Apa yang disebut benar oleh seseorang belum tentu benar bagi orang lain
    Oleh karena itu diperlukan suatu ukuran atau kriteria kebenaran

o    Jenis-jenis Kebenaran :
    Kebenaran Epistemologi (berkaitan dengan pengetahuan)
    Kebenaran ontologis (berkaitan dengan sesuatu yang ada/ diadakan)
    Kebenaran semantis (berkaitan dengan bahasa dan tutur kata)

o    Kebenaran adalah kesesuaian pernyataan dengan fakta, yang berselaran dengan realitas yang serasi dengan sitasi aktual. Dengan demikian ada lima unsur yang perlu yaitu :

    Statemaent (pernyataan)
    Persesuaian (agreemant)
    Situasi (situation)
    Kenyataan (realitas)
    Putusan (judgements)

o    3 teori kebenaran yaitu : Koherensi, Korespondensi dan Pragmatik ( Jujun S. Suriasumantri, 1982 )
o    Michel William mengenalkan 5 teori kebenaran dalam ilmu, yaitu : kebenaran koherensi, kebenaran korespondensi, kebenaran performatif, kebenaran pragmatik dan kebenaran proposisi.
o    Noeng Muhadjir menambahkannya satu teori lagi yaitu kebenaran paradigmatik

    Kebenaran koherensi  Kebenaran koherensi yaitu adanya kesesuaian atau keharmonisan antara sesuatu yang lain dengan sesuatu yang memiliki hirarki yang lebih tinggi dari sesuatu unsur tersebut, baik berupa skema, sistem, atau pun nilai.

    Kebenaran korespondensi  Berfikir benar korespondensial adalah berfikir tentang terbuktinya sesuatu itu relevan dengan sesuatu lain. Koresponsdensi relevan dibuktikan adanya kejadian sejalan atau berlawanan arah antara fakta dengan fakta yang diharapkan, antara fakta dengan belief yang diyakini, yang sifatnya spesifik

    Kebenaran performatif  Ketika pemikiran manusia menyatukan segalanya dalam tampilan aktual dan menyatukan apapun yang ada dibaliknya, baik yang praktis yang teoritik, maupun yang filosofik, orang mengetengahkan kebenaran tampilan aktual. Sesuatu benar bila memang dapat diaktualkan dalam tindakan.

    Kebenaran pragmatic  Yang benar adalah yang konkret, yang individual dan yang spesifik dan memiliki kegunaan praktis.

    Kebenaran proposisi
Proposisi adalah suatu pernyataan yang berisi banyak konsep kompleks, yang merentang dari yang subyektif individual sampai yang obyektif. Suatu kebenaran dapat diperoleh bila proposisi-proposisinya benar

    Kebenaran struktural paradigmatic  Sesungguhnya kebenaran struktural paradigmatik ini merupakan perkembangan dari kebenaran korespondensi. Sampai sekarang analisis regresi, analisis faktor, dan analisis statistik lanjut lainnya masih dimaknai pada korespondensi unsur satu dengan lainnya. Padahal semestinya keseluruhan struktural tata hubungan itu yang dimaknai, karena akan mampu memberi eksplanasi atau inferensi yang lebih menyeluruh. Rumusan kebenaran adalah turth is a sistematis coherence dan trut is consistency.

Jika A = B dan B = C maka A = C
Contoh dalam mencari kebenaran :
Semua manusia akan mati (Premis mayor)
Gayus Tambunan seorang manusia (Premis minor)
Jadi, Gayus Tambunan  akan mati (Kesimpulan)
Faktanya adalah : bahwa semua manusia pasti mati, maka mandra sebagai manusia juga pasti mati


2.   Pengertian EPISTEMOLOGI dan berikan contohnya
Pengertian Epistemologi
•    EPISTEME = TAHU,  LOGI = Ilmu. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani, Episteme : yaitu berarti pengetahuan. Epistemologi adalah ilmu yang menyelidiki hakekat dan asal usul ilmu pengetahuan. Epistemologi dikenal sebagai sub sistem dari filsafat. Sistem filsafat disamping meliputi epistemologi, juga ontologi dan aksiologi. Epistemologi adalah teori pengetahuan, yaitu membahas tentang bagaimana cara mendapatkan pengetahuan dari objek yang ingin dipikirkan.

Tokoh-tokohnya antara lain Francis Bacon, Thomas Hobbes, John Locke, dan David Hume.
Fenomenalisme yang dikemukakan oleh Immanuel Kant merupakan jalan tangah antara rasioanalisme dan empirisme. Baik antra maupun akan budi sama-sama berperan dalam terciptanya pengetahuan. Manusia mengetahui suatu benda sejauh benda itu tampak sebagai gejala (fenomen). Tapi benda itu sendiri (Das Ding an Sich) tidak pernah diketahui.

Metode ilmiyah menggabungkan peran akal budi dan indra. Serta menambahkan suatu cara baru untuk memverifikasi penyelesaian-penyelesaian yang disarankan (hipotesis). Metode ilmiyah dimulai dengan pengalaman, lalu dibuat hipotesa, yang kemudian diuji lagi kebenarannya. (Kattshoff, 136-149)

Masalah - Masalah Dalam Epistemologi
•    Apakah manusia mampu mengetahui hakekat, keabsahan dan kebenaran pengetahuan
•    Apakah pengetahuan itu bersifat kemungkinan atau suatu keyakinan tanpa celah keraguan
•    Dengan cara apa kita dapat mengetahui
•    Bagaimana pengetahuan muncul, apakah dari luar atau dari dalam
•    Bagaimana pengetahuan diperoleh, apakah dengan intuisi, akal atau indera, atau  secara bersama, dan apakah masing-masing punya keabsahannya sendiri-sendiri

Macam / Jenis Epistemology
1.    Berdasarkan pendekatannya
1)    Epistemologi metafisik
2)    Epistemologi skeptis
3)    Epistemologi kritis

2.    Berdasarkan objek yang dikaji
1)    Epistemologi individual
2)    Epistemologi sosial

3.    Berdasarkan pandangan atas realitas
1)    Epistemological idealism (Subjectivism): kenyataan dunia yang diperspsi tergantung pada kesadaran
2)    Epistemological realist (Objectivism) : ada realitas yang bebas dari kesadaran




CONTOH DARI EPISTIMOLOGI :
Marsudi tahu pensil itu berwarna hitam
Marsudi mengetahui warna hitam itu setelah Marsudi memikirkan/meneliti tentang kebenaran warna yang ada di pensil itu, jadi  setelah Marsudi memikirkan tentang warna pensil tersebut, maka Marsudi tahu bahwa warna pesil itu berwarna hitam
Kelebihannya : Marsudi bisa membedakan antara warna yang satu dengan warna yang lain
Kelemahannya : ketika Marsudi tidak mengetahui warna yang ada di pensil tersebut, maka Marsudi tidak bisa membedakan warna pensil

3.    Pengertian ETIKA dan berikan contohnya
Etika : Berasal dari bahasa Yunani : Ethos yang berarti adat, cara bertindak, tempat tinggal, atau kebiasaan), atau filsafat moral mempelajari tindakan manusia. Etika memperlajara bagaimana manusia harus bertindak.
Etika dibedakan atas Etika Deskripsi dan Etika Normatif. Etika deskripsif mengajar tentang gambaran dari gejala kesadaran moral (suara hati) dari norma - norma dan konsep etis. Sedangkan Etika Normative berbicara tentang tindakan apa yang seharusnya dilakukan manusia. Dalam etika normatif, norma-norma dinilai dan sikap manusia ditentukan. (Hamersma :24)

Persoalan-persoalan yang dipelajari dalam filsafat tingkah laku antara lain :
•    Perngertian baik dan buruk secara moral
•    Persyaratam suatu tindakan itu disebut baik secara moral
•    Kebebasan kehendak dn tindakan moral
•    Kesadaran moral
•    Suara hati
•    Pertimbangan moral

Contoh  Etika :
Gayus Tambunan berprilaku baik pada sesama, karena Gayus Tambunan tahu cara melakukan tindakan yang sesuai dengan etika manusia sekitar, misalnya : Gayus Tambunan seorang siswa ketika masuk kelas Gayus Tambunan mengucapkan salam.

Kelebihan dari  contoh diatas : ketika Marsudi berperilaku baik / punya etika baik, maka Marsudi akan di puji oleh semua orang.
Kelemahan : ketika Marsudi di puji oleh orang lain, maka bisa menimbulkan sifat sombong apabila Marsudi tidak bisa mengendalikan pujian dari orang tersebut.
Share this article now on :

Poskan Komentar

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( :-p =))